Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Dari Ajang ISPO : Mengukur Kecepatan Cahaya Dengan Oven

Kecepatan cahaya (atau kelajuan cahaya dalam ruang vakum; kecepatan cahaya) menurut wikipedia adalah sebuah konstanta fisika yang disimbolkan dengan huruf c, singkatan dari celeritas (yang dirujuk dari dari bahasa Latin) yang berarti "kecepatan". Konstanta ini sangat penting dalam fisika dan bernilai 299.792.458 meter per detik. Nilai ini merupakan nilai eksak disebabkan oleh panjang meter didefinisikan berdasarkan konstanta kelajuan cahaya. Kelajuan ini merupakan kelajuan maksimum yang dapat dilajui oleh segala bentuk energi, materi, dan informasi dalam alam semesta. Kelajuan ini merupakan kelajuan segalapartikel tak bermassa dan medan fisika, termasuk radiasi elektromagnetik dalam vakum. Kelajuan ini pula menurut teori modern adalah kelajuan gravitasi (kelajuan dari gelombang gravitasi). Partikel-partikel maupun gelombang-gelombang ini bergerak pada kelajuan c tanpa tergantung pada sumber gerak maupun kerangka acuan inersial pengamat. Dalam teori relativitas, c saling berkaitan dengan ruang dan waktu. Konstanta ini muncul pula pada persamaan fisika sama dengan massa dibagi energi energi E = mc2.
Kelajuan cahaya yang merambat melalui bahan-bahan transparan seperti gelas ataupun udara lebih lambat dari c. Rasio antara c dengan kecepatan v(kecepatan rambat cahaya dalam suatu materi) disebut sebagai indeks refraksi n material tersebut (n = c / v). Sebagai contohnya, indeks refraksi gelas umumnya berkisar sekitar 1,5, berarti bahwa cahaya dalam gelas bergerak pada kelajuan c / 1,5 ≈ 200.000 km/s; indeks refraksi udara untuk cahaya tampak adalah sekitar 1,0003, sehingga kelajuan cahaya dalam udara adalah sekitar 90 km/s lebih lambat daripada c.
Teori kecepatan cahaya yang terkesan rumit bagi orang awam kebanyakan disederhanakan menjadi sesuatu yang mudah di pahami oleh dua siswa ini dengan menggunakan alat yang sering kita jumai di rumah. Mungkin bagi kita orang awam, oven merupakan alat yang hanya bisa digunakan untuk memasak roti atau memasak makanan-makanan yang membutuhkan suhu tinggi saja, tetapi ditangan  siswa-siswa SMP Pribadi Depok Jawa Barat, mereka telah berhasil menciptakan atau membuat oven yang biasanya untuk memasak di gunakan untuk mengukur kecepatan cahaya. Dua siswa ini adalah mereka berasal SMP Pribadi BBS Depok Jawa Barat mereka merupakan finalis ISPO 2014 bidang fisika, karya cipta mereka adalah Mengukur Kecepatan Cahaya menggunakan Oven, meskipun belum mendapat medali, tetapi keikutsertaan mereka cukup mendapatkan apresiasi karena hasil karya mereka cukup bagus untuk bidang fisika


DARI AJANG ISPO : MENGUKUR KECEPATAN CAHAYA DENGAN OVEN

Dalam penelitian ini mereka menggunakan telur yang dimasak dengan oven, kemudian mereka mengukur satu titik ketitik lainya dalam telur yang telah dimasak dalam oven tersebut dan dengan membaca spesifikasi yang pada oven maka bisa ditentukan kecepatan cahaya dari jarak yang diukur tersebut

DARI AJANG ISPO : MENGUKUR KECEPATAN CAHAYA DENGAN OVEN

Huruf X yang ada pada gambar tersebut merupakan jarak yang ditentukan dari percobaan untuk menentukan kecepatan cahaya dari penelitian ini. Dari pengukuran jarak yang bertanda x tersebut dan di masukan dalam suatu persamaan akan didapat nilai dari kecepatan cahaya tersebut, dari percobaan sederhana ini mereka dapat menentukan kecepatan cahaya yang bagi sebagian mahasiswa mungkin masih kesulitan mempelajarinya, sedangkan mereka yang masih duduk di bangku SMP sudah bisa melakukan eksperimen yang cukup bagus ini, sukses buat mereka. Salam ISPO



No comments:

Post a Comment