Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Cerita Inspiratif : Duka Jendela

LENTERA HATI : DUKA JENDELA Dua orang pasien dalam sebuah kamar rumah sakit. Dikamar itu hanya ada dua jendela. Adi yang menderita paru-paru kronis menempati ranjang dekat jendela. Setiap siang Ia boleh duduk satu jam untuk mengeringkan cairan dari paru-paru nya. Sementara Joni penghuni ranjang lain, harus berbaring sepanjang waktu akibat penyakit saraf punggung. Setiap hari mereka saling menghibur dengan bertukar hidupnya masing-masing

Setiap kali Adi duduk menghadap jendela, Ia selalu bercerita apa saja yang dilihatnya diluar sana kepada rekan sekamar nya. Bahwa jendela itu menghadap taman di tepi danau. Air danau yang jernih itu sesekali berpendar indah lantaran gerakan kaki-kaki kawanan angsa yang berenang hilir mudik. Sambil memejamkan matanya Joni membayangkan betapa indahnya pemandangan itu. Setiap hari cerita selalu berganti ganti, sehingga Joni amat terhibur. Meski hanya satu jam, semua mampu memperkaya batinnya. Tiba-tiba pikiran jahat melintas dibenak Joni. Mengapa hanya temanku saja yang boleh melihat indahnya dunia, sementara dirinya tergolek tidak berdaya. Ini tidak adil.

Sejak saat itu pikiran Joni dihantui rasa iri. Ia bertekad suatu saat Ia harus berada didekat jendela. Malam itu Adi batuk-batuk. Cairan bercampur darah keluar dari mulut dan hidungnya. Napasnya terengah menahan sakit. Dikeramangan malam, Joni melirik bagaimana sang teman sedang bertarung melawan maut. Toh, Joni tak bergerak sedikitpun untuk meraih belnya untuk memanggil perawat. Padahal Ia bisa melakukanya. Tidak sampai lima menit, bunyi batuk-batuk hilang. Suasana kamar yang gelap itu sunyi senyap

Pagi hari perawat terkejut mendapati Adi sudah tidak bernyawa. Joni kemudian minta ranjangnya dipindahkan ke dekat jendela. Siang itu dengan menahan badanya dengan siku Joni berusaha mendongakan kepala menegok ke jendela. Keinginannya tercapai, melihat dunia luar yang selama ini Ia bayangkan. Apa yang tampak? Ternyata hanya sebidang tembok lusuh. Penasaran Ia bertanya pada perawat, mengapa Adi bisa mereka-reka aneka macam cerita dari jendela ini. "Bapak tau enggak? Sesungguhnya, Pak Adi itu buta. Barangkali ia sengaja melakukan itu untuk menghibur anda




Disclaimer
Lentera intisari merupakan cerita yang sangat inspiratif yang paling saya sukai di majalah intisari kesukaanku, cerita-cerita dalam rubrik intisari merupakan cerita atau pengalaman baik dari pembaca maupun dari editor dan penyusun majalah tersebut, disini saya akan tulis kembali berbagi cerita-cerita tersebut agar kita semua bisa mendalami maknanya karena mungkin diantara kita yang belum sempat membacanya dan semoga cerita ini bisa bermanfaat dan mengilhami kita semua, gambar dan ilustrasi saya ambil dari berbagai sumber yang saya sebutkan dibawahnya

Okt 2004

No comments:

Post a Comment