Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Cerita Inspiratif : Menunda Kebaikan

Sore hari akhir Desember 2008, saya mampir di pasar Godean Sleman Jogjakarta, yang dikenal sebagai sentra belut goreng. Berboncengan motor dengan adik bungsu, saya berniat membeli makanan kesukaan keluarga itu.


LENTERA HATI : MENUNDA KEBAIKAN

Ilustrasi gambar : kulineronline.wordpress

Saat berjalan menuju deretan penjual belut goreng, seorang perempuan sepuh mencoba memancing perhatian saya. "Bu Mbok mriki, kulo di tumbasi (Bu, kesini dong, tolong dagangan saya di beli)" katanya mengiba, sambil jongkok menunggu dagangannya yang masih menggunung

Sekedap nggih, mbah (sebentar ya nek),"jawb saya
Dalam hati saya berniat si membeli tapi belut goreng lebih menggiurkan, saya menunda menghampiri si nenek dengan gunungan pecelnya padahal hari sudah sore pukul 17.00

Setelah membeli belut goreng yang cukup banyak (karena saya juga menginginkanya sebagai oleh-oleh), saya kembali ke tempat parkir sambil tengok kanan kiri, wah ternyata si mbah sudah tidak kelihatan. Tukang parkir yang saya tanya menjelaskan mungkin si mbah sudah pulang

Saya terdiam, sedih rasanya melepaskan si Mbah pergi dengan membayangkan daganganya yang masih menumpuk, Ia pergi tanpa mendapatkan uang. Coba saya tadi tidak menunda keinginan untuk membeli. Ya tuhan mengapa saya harus menunda melakukan setitik kebaikan yang sudah dibisikan oleh hati kecil saya dengan suara yang begitu lembutnya


LENTERA HATI : MENUNDA KEBAIKAN
Ilustrasi gambar : meefroism blogspot

Tak henti-hentinya meyesalkan kesempatan yang hilang itu. Bahkan dalam kurun waktu yang lama, pikiran itu masih membayangi. bertitik tolak peristiwa itu, SAYA SEKARANG BERTUMBUH MENJADI ORANG YANG PALING TAKUT MENUNDA KEINGINAN BERBUAT KEBAIKAN, MESKI UNTUK HAL-HAL YANG KECIL DAN BAGI ORANG LAIN TAK BERARTI, yang jelas saya tak ingin jadi orang yang kesekian kalinya  "kehilangan" dan akhirnya hanya bisa menyesal


Disclaimer
Lentera intisari merupakan cerita yang sangat inspiratif yang paling saya sukai di majalah intisari kesukaanku, cerita-cerita dalam rubrik intisari merupakan cerita atau pengalaman baik dari pembaca maupun dari editor dan penyusun majalah tersebut, disini saya akan tulis kembali berbagi cerita-cerita tersebut agar kita semua bisa mendalami maknanya karena mungkin diantara kita yang belum sempat membacanya dan semoga cerita ini bisa bermanfaat dan mengilhami kita semua,gambar dan ilustrasi saya ambil dari berbagai sumber yang saya sebutkan sumber dibawahnya

No comments:

Post a Comment