Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Dasar dan Contoh Karya Ilmiah : Indikator Alami (Edible Indicator)

Pendahuluan
Asam merupakan senyawa yang menghasilkan ion hidrogen (H+) ketika dilarutkan kedalam air. Asam dapat dikelompokkan menjadi asam kuat dan asam lemah. Kekuatan asam di tunjukkan dengan nilai logaritma dari konsentrasi ion hidrogren atau yang disebut pH (potensial of Hidrogen). Asam kuat merupakan asam yang mempunyai nilai pH = 1 dan asam paling lemah mempunyai nilai pH = 6, sedangkan pH = 7 merupakan pH dari air yaitu bersifat netral. Nilai ph yang lebih besar dari 7 merupakan basa, larutan bersifat basa mempunyai nilai pH dari 8 sampai dengan 14
Indikator merupakan bahan yang menunjukkan rentang perubahan warna sesuai dengan pH larutan , indikator ini dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan asam dan basa, banyak indikator yang dibuat dari sayur-sayuran, buah-buahan dan bunga.

ALAT DAN BAHAN
      1.       Gelas beaker
      2.       Kompor pemanas
      3.       Tabung reaksi
      4.       Kol merah
      5.       Aquades
      6.       0,1 M HCl
      7.       1 M NaOH

LANGKAH KERJA
1. Pembuatan Indikator dari kubus merah
a. Rebus sebanyak 100 gram kubis merah dan dilarutkan dalam 200 ml aquadest dalam gelas beaker
b. Kubis merah direbus sampai mendidih, dan didiamkan selama kurang lebih dua menit
c. Ekstrak diambil dengan cara di dekatnasi (dituang)
2. Pembuatan larutan pH standar dari 1-14
1. Pembuatan larutan asam
a. Sebanyak 5 ml HCl 0,1 M dimasukan dalam tabung reaksi dan diberi label 1(pH=1)
b. Membuat larutan pH 2 dengan cara melarutkan 5 ml HCl 0,1 M kemudian ditambahkan aquadest sampai volume 50 ml
c. Dibuat larutan dengan pH 3 s/d 6 dengan cara seperti pada langkah b
2. Pembuatan larutan basa
a.Sebanyak 5 ml larutan NaOH 1 M dimasukan dalam tabung reaksi dan di beri label 14 (pH 14)
b. Kemudian diakukan langkah b sama seperti pada pembuatan larutan asam untuk membuat pH yang lain, yaitu pH 8 samapai dengan 13
3. Aquadest merupakan larutan yang digunakan untuk pH 7 (netral)
4.Penggunaan Indikator
1. Tabung reaksi disusun berdasarkan kenaikan pH
2.Tambahkan ekstrak kubis merah yang telah dibuat dan dimasukan kedalam tabel berikut

Indikator kubis merah
pH
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Warna















3. Ektrak kubis merah kemudian di uikan untuk zat-zat yang lain, misalnya jeruk, pasta gigi, sabun da sebagainya, kemudian dimasukan dalam tabel berikut

Bahan
Warna
pH
Sabun


Cuka


Jeruk


Pasta Gigi


Detergen



HASIL DAN PEMBAHASAN
kubis merah merupakan tanaman yang paling umum digunakan sebagai indikator asam basa alami, hal ini disebabkan dalam  kubis merah terdapat senyawa antosianin yang bisa berubah warna sesuai dengan kondisi pH larutan, dibawah ini merupakan kubis merah yang di tetesi dengan larutan asam, warna dari kudis merah menjadi semakin merah
  
DASAR DAN CONTOH KARYA ILMIAH : INDIKATOR ALAMI (EDIBLE INDICATOR)

Pada gambar selanjutnya dibawah ini merupakan kubis merah yang ditetesi  larutan basa, warna dari kubis merah menjadi pucat kebiruan

DASAR DAN CONTOH KARYA ILMIAH : INDIKATOR ALAMI (EDIBLE INDICATOR)

Pada pada larutan yang berbeda pH antosianin pada kubis merah memberikan warna yang berbeda sesuai dari hasil percobaan didapat warna larutan sebagai berikut


DASAR DAN CONTOH KARYA ILMIAH : INDIKATOR ALAMI (EDIBLE INDICATOR)


MANFAAT DAN PENELITIAN LEBIH LANJUT

1. Gunakan baha-bahan indikator yang lain, misal dari bunga sepatu, kulit apel merah, kulit anggur dan lain sebagainya
2. Simpan larutan indikator selama beberapa hari, amati yang terjadi, sebutkan keuntungan dan kelebihan menggunakan indikator alami
3. Aplikasikan bahan indikator ini untuk menguji keasaman dari aspirin, larutkan aspirin dalam air, dan ditambahkan 5 indikator, jika aspirin terlalu asam maka obat tersebut tidak baik karena dapat menyebabkan nyeri pada perut

No comments:

Post a Comment