Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Dasar dan Contoh Karya Ilmiah : Mewarnai Telur

Pendahuluan
Mewarnai telur merupakan kegiatan umum yang sering dijumpai dan dilakukan terutama pada perayaan paskah di Cina dan negara-negara lainnya, orang China biasanya mewarnai telur-telur mereka pada ulang tahun bayinya yang menginjak umur satu bulan, telur telur tersebut mereka bagi ke kerabat kerabat mereka
Bagaimana secara kimianya proses pewarnaan telur?. Cangkang telur terdiri dari 90% senyawa kalsium karbonat dan pada permukaanya di lapisi lapisan organik yang disebut cuticle. Cuticle merupakan protein yang sering ada d alam dan merupakan bahan yang sangat berperan dalam pewarnaan telur

Dasar dan Contoh Karya Ilmiah : Mewarnai Telur
Gambar : telurpaskah (pixabay.com)
Pada umumnya pewarna makanan yang dijual merupakan asam atau anion dialam, pewarna ini mengandung senyawa karboksilat atau sulfonat, gugus asam ini dapat berikatan baik dengan gugus amino NH2 yang ada pada cuticle, sehingga terjadi ikatan antara permukaan telur dengan pewarna. Pada proses pewarnaan telur selalu ditambahkan cuka, cka ini dapat menghasilkan ion H+  yang dapat berkombinasi atau bergabung dengan gugus NH2 dari asam amino cuticle, membentuk ion NH+ 4 yang lebih reaktif untuk berikatan dengan gugus asam pada pewarna makanan tersebut

ALAT DAN BAHAN

Gelas Beaker
Indikator universal
Telur
NaOH
 HCl
Pewarna makanan
Kertas indikator universal

PROSEDUR

1. Siapkan sebanyak 50 ml pewarna makanan dan ditambahkan ke dalam 1 liter air, tes pH nya dengan menggunakan indikator universal (jika kertas indikator bewarna merah, cuci dengan aquades)
2. Tuangkan 100 ml larutan kedalam gelas beaker, atur pH nya hingga 2 dengan cara menambahkan larutan HCl
3.Siapkan larutan dengan pH 4 dan 6 dengan cara langkah yang sama seperti no 3
4. Siapkan larutan basa dengan pH 8, 10 dan 12 dengan cara menambahkan NaOH
5. Cek mana warna yang tidak berubah dengan penambahan asam atau basa
6. taruh telur kedalam setiap larutan tersebut dan didiamkan selama 10 menit
7. Setelah 10 menit amil telur dan simpan dalam suhu ruangan, bandingkan warna yang paling telur yang paling baik
8.Setelah dikeringkan selama setengah jam, cuci telur dengan aquadest dan bandingkan warnanya kembali, pada pH berapa warnanya yang paling merah
9. coba lakukan lagi dengan pewarna yang berbeda,misalnya kuning,hijau atau yang lainnya

Pengaruh pH terhadap pewarnaan telur

Penelitian lebih lanjut
1.Apa pengaruh konsentrasi pewarna terhadap telur, tuangkan 50 ml larutan stok tadi kedalam beaker
2. Ubahlah variasi suhu terhadap pengeringan telur, buat variasi suhu 10°C, 30°C, 60°C, 80°C
3. Dapatkan telur itik, siput, kerang dan tulang diwarnai dengan teknik ini
4. Selama mengandung kalsium karbonat, apakah biasa dengan pewarna ini, coba ganti dengan kalsium karbonat yang lebih keras misalnya marmer dan lain sebagainya
5. Apakah penambahan gula dan garam mempengaruhi larutan pewarna

6. Rendam telur selama 2 jam dengan 5% EDTA. Larutan ini dapat menghilangkan cuticle, apakah ama dengan penambahan asam pada percobaan selajutnya 

No comments:

Post a Comment