Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Dasar dan Contoh Karya Ilmiah : Kromatografi Kapur

PENDAHULUAN

Kromatografi merupakan teknik pemisahan berdasarkan yang menggunakan prinsip absorbsi selektif atau kemampuan pelarut untuk menguap atau mengalir pada media padat. Dalam metode ini campuran cairan akan melewati bahan padat yang berfungsi sebagai absorben (dalam hal ini kapur). Beberapa campuran bahan ada yang lebih kuat terserap oleh kapur dan ada yang lebih lemah. Saat pelarut naik, absorben yang sifatnya lebih kuat akan tertahan dan larutan yang mudah menguap akan lebih cepat naik. Prinsip inilah yang menjadi dasar kromatografi dengan kapur ini, absorben yang sifatnya lebih lemah akan nampak diatas dari pada absorben yang sifatnya lebih kuat
Dalam percobaan ini, kromatografi kapur digunakan untuk memisahkan warna hijau yang ada pada daun, warna hijau ini akan dipisahkan dalam dua bercak atau noda yaitu bercak hijau yaitu klorofil dan bercak kuning adalah xanthofil

ALAT dAN BAHAN

Rumput
Kapur putih bebas debu
Petri dish
Ethanol 70%

PROSEDUR 
1. Gunting beberapa potong rumput menjadi bagian-bagian yang kecil dengan mengunakan gunting
2.Giling atau haluskan rumput dengan cara menumbuknya dengan mortal, kemudian ditambahkan aquadest hingga volume 2-3 ml, buat ekstraksi ini dengan berbagai konsentrasi
3. Tuang cairan hijau ini kedalam cawan petri dan berdirikan satu batang kapur di atasnya
4. Cairan akan naik keatas, dan akan membentuk beberapa cincin pada kapur tersebut, catat warna apa saja yang terjadi

Dasar dan Contoh Karya Ilmiah : Kromatografi Kapur

PENELITIAN LEBIH LANJUT
1.Lakukan kromatografi kapur ini untuk warna-warna daun dan bunga yang lainnya
2.Lakukan kromatografi ini untuk meneliti pewarna makanan yang digunakan pada manisan atau pewarna makanan yang ditambahkan pada minuman
3. Percobaan dilakukan untuk zat-zat lain, misalnya tinta.
4. Gunakan pelarut lain seperti aseton, air, alkohol metilasi dan sistem pelarut yang terdiri dari n- butanol (3 volume), amonia 2 M (1 volume). Bandingkan kromatogram yang diperoleh dengan menggunakan pelarut yang berbeda
5. Gunakan berbagai jenis kapur tulis. Akankah semua mereka memberikan hasil pisahan yang sama?
6. Bagaimana hasilnya jika dibandingkan kertas digunakan sebagai adsorben? Potong sepotong kecil kertas saring ke spiral kecil. Tepi tidak boleh disentuh. Tambahkan setetes pewarna makanan ke titik-titik yang ditandai X. Taruh spiral di atas gelas kimia. Tambahkan setetes air (atau etanol) ke masing-masing titik X. Bila air telah menyebar, tambahkan setetes lagi. Lanjutkan sampai pemisahan selesai. Mana yang memberikan pemisahan yang lebih baik (kapur atau kertas) untuk warna tertentu dalam pelarut yang sama?
 a.Alternatif lain, kita dapat meletakan spiral pada 2 batang kaca yang ditempatkan di atas cawan    
  petri. Celupkan ujung spiral ke dalam air. Tingkat air tidak boleh menyentuh bintik-bintik warna
  b. Gunakan bentuk-bentuk yang berbeda seperti gambar di bawah

7. Lakukan percobaan dengan kertas yang berbeda (kertas toilet, kertas saring Whatman). Bagaimana perbandingannya?
8. Periksa kromatogram di bawah sinar UV. Apakah ada perubahan

No comments:

Post a Comment