Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Pengalaman Mengamati Tipe Juri Pada Lomba Karya Tulis Ilmiah

Selama menjadi pembimbing karya tulis ilmiah baik itu untuk siswa SMP maupun SMA saya telah mendampingi mereka di berbagai lomba baik itu tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional, baik yang diadakan Dinas pendidikan maupun perguruan tinggi atau instansi-instansi lain, saya menemukan pengalaman yang menarik tentang tipe juri yang menilai lomba tersebut
Pengalaman Mengamati Tipe Juri Pada Lomba Karya Tulis Ilmiah

1. Juri pada Lomba LPIR Dinas Pendidikan Gresik
Juri yang terpilih untuk menilai lomba karya tulis ilmiah tingkat kabupaten atau yang biasanya disebut Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) ini berasal dari sekolah-sekolah negeri yang ada di kabupaten Gresik, untuk juri lomba tingkat SMP, maka jurinya di ambil dari guru SMA dan juri untuk tingat SMA berasal dari guru SMP, disiplin ilmu dari juri-juri di diknas Gresik ini biasanya dari berbagai disiplin ilmu yang ada hubunganya dengan karya ilmiah, baik itu bahasa Indonesia, Kimia, fisika dan biologi. Dalam melakukan penjurian pada saat presentasi mereka lebih mengarahkan dan menilai dengan baik, karena sebagaian besar mereka berasal dari dunia pendidikan sehingga bisa mengerti dengan baik bagaimana menilai suatu lomba penelitian dan menilai cara menjawab siswa dengan baik.

2. Juri pada lomba Karya tulis di Universitas Trunojoyo Madura
Lomba karya tulis di Universitas Trunojo jurinya berasal dari dosen-dosen yang ada di universitas ini, cabang ilmunya pun beragam sesuia dengan disiplin ilmu yang ada di kampus tersebut, dalam melakukan penjurian lomba karya tulis ilmiah mereka lebih sering melakukan diskusi dan saran sehingga lebih mudah diterima oleh siswa yang ikut lomba, mereka seakan mengerti bahwa siswa SMA masih dalam tahap belajar penelitian, sehingga mendorong dan memberi saran ke siswa untuk lebih mencintai penelitian bisa diterima siswa dengan baik.

3. Juri pada lomba Teknologi Tepat Guna di PEMDA Gresik   
Lomba teknologi tepat  guna yang ada di Gresik ini rutin di adakan tiap tahun oleh Lembaga Pengabdian kepada masyarakat PEMDA GRESIK, juri yang menilai lomba ini biasanya terdiri dari tiga disiplin ilmu atau tiga instansi yaitu, dari pendidikan atau DIKNAS, dari praktisi Teknologi Tepat Guna, biasanya dari universitas dan satunya lagi biasanya dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Gresik, dalam lomba ini biasanya juri lebih menitik beratkan aplikasi dan manfaat dari alat atau produk yang telah dibuat, kalau menurut mereka alat atau produk dari peserta menarik dan bisa diaplikasikan kepada masyarakat maka mereka akan lebih banyak berdiskusi dengan peserta tersebut, sedangkan alat yang kurang bisa diaplikasikan untuk masyarakat maka mereka sering berdiskusi pentingnya alat tersebut di masyarakat

4. Juri pada INNOVE SMAN 2 Jombang
Lomba karya tulis yang diadakan SMAN 2 Jombang ini diadakan untuk siswa SMP di Jawa Timur, dalam  lomba ini  biasa jurinya berasal dari dewan guru yang ada di SMAN 2 Jombang tersebut, dalam melakukan penjurian dalam lomba ini, juri-juri yang ada di lomba karya tulis ini bisa mengarahkan dengan baik, karena memang pesertanya berasal dari siswa SMP sehingga memang perlu dilakukan pembinaan dan arahan agar siswa siswa SMP ini lebih terus belajar dan bisa melakukan penelitian dengan baik, sehingga pertanyaan yang dajukan juri disini sifatnya membangun dan berdiskusi dengan peserta

5. Juri pada Pigura UNESA Surabaya
Pada lomba karya tulis yang diadakan jurusan Pendidikan Geografi Unesa Surabaya ini jurinya berasal dari dosen yang ada pada jurusan tersebut. Jurinya terdiri dari dua orang, juri yang pertama ini bisa dibilang lebih bersahabat dengan peserta karena pertanyaa yang diajukan bisa lebih di cerna dan di jawab, seandainya tidak bisa menjawab pun diarahkan dengan baik, sedang juri satunya terkesan lebih di takuti oleh peserta, karena pertanyaan yang di ajukan sama seperti menguji ujian skripsi bagi mahasiswa, sehingga jika peserta tidak bisa menjawab maka siswa tersebut "diperlakukan" seperti mahasiswa yang tidak bisa menjawab ketika ditanya pada saat ujian skripsi

6. Juri pada SWOT ITS Surabaya
SWOT merupakan lomba karya tulis yang diadakan oleh jurusan kimia ITS Surabaya, lomba ini diadakan rutin setiap tahun oleh mahasiswa jurusan kimia ITS. juri dari lomba ini biasanya berasal dari dosen-dosen pada jurusan kimia ITS. Juri yang ada di jurusan kimia ITS ini biasanya lebih menekankan seperti pada mahasiswa yang ujian skripsi, sehingga mereka lupa kalau yang mereka hadapi adalah siswa siswa SMA yang masih baru tahap belajar penelitian, sehingga jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan yang mereka ajukan, maka mereka seakan memarahi peserta lomba, sehingga memberikan efek yang tidak baik bagi peserta, mereka lupa bahwa ini lomba antar siswa, dimana seharusnya bisa mengetahui mana yang menang, mana yang mengusai materi tanpa harus memberikan efek menakutkan pada siswa, dan mereka tidak jera untuk belajar penelitian lagi, sehingga dalam lomba ini kebanyakan pemenangnya adalah yang mampu berdebat dalam menjawab pertanyaan juri.

7. Juri pada ISPO
ISPO merupakan lomba penelitian nasional yang diadakan oleh sekolah PASIAD, juri dalam lomba ini biasanya berasal dari universitas-universiat terkemuka yang ada di Indonesia, yaitu ITB dan UI, dalam ISPO ini setiap siswa diwajibkan berpresentasi dalam bahasa Inggris, juri dalam ISPO ini lebih banyak mengeksplorasi siswa untuk menjelaskan bagaimana penelitian mereka dalam bahasa Inggris dan aspek yang penting dalam penelitian mereka, sehingga dalam lomba sedikit sekali debat antar peserta dan juri dan yang lebih sering adalah masukan yang membangun para peserta

No comments:

Post a Comment