Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

10 Topik Penelitian yang Bisa di Lakukan Anak-anak

Pentingnya menanamkan kecintaan anak-anak terhadap ilmu pengetahuan serta mengaplikasinya terhadap masyarakat sekitar mereka, maka yayasan parenting Amerika serikat melalui situs mengadakan lomba penelitian bagi anak-anak sekolah dasar, dari beberapa peserta yang masuk di ambil sepuluh pemenang, berikut merupakan pemenang lomba tersebut beserta penelitian mereka

1. Alec Mullet, 10 tahun Dari Texas

Bocah kecil ini melakukan penelitian tentang pengaruh minuman bersoda terhadap gigi, dia melakukan percobaan dengan menggunakan beberapa minuman bersoda yang ada di pasaran, soda yang dia uji adalah beberapa soda yang bewarna gelap dan bewarna terang, sedangkan untuk mengganti gigi yang di uji dia menggunakan tablet kalsium. Cara menguji soda tersebut adalah dengan cara merendam tablet kalsium tersebut dalam beberapa soda yang di uji dan direndam air biasa sebagai kontrol. Dari percobaan yang dia dapat bahwa soda yang semakin berwarna  gelap semakin merusak gigi dan merk soda yang paling merusak gigi adalah root beer 
2. Alyssa Moore, 11 Tahun dari California 

Alyssa melakukan penelitian tentang pengaruh bau terhadap rasa makanan, dalam percobannya ini dia menyuruh beberapa orang untuk makan dalam keadaan mata dan hidung yang di tutup, kemudian ditanya makanan apa saja yang telah dimakan dan bagaimana rasanya. Kemudian setelah melakukan makan dengan mata dan hidung tertutup dia menyuruh orang-orang tadi untuk makan makanan yang sama dengan mata dan hidung yang terbuka. Rata-rata yang makan dengan mata dan hidung tertutup tidak merasakan sama sekali makanan yang di makan. Dari Hasil penelitianya ini dia menyimpulkan bahwa bau sangat mempengaruhi rasa makanan yang dimakan 

3. Brendan Meade, 10 Tahun dari Arizona

Setelah tsunami menghancurkan Jepang musim semi lalu, Brendan melihat ribuan orang yang tinggal di tenda-tenda tanpa listrik. Karena dia hidup di Arizona selatan yang dikelilingi oleh sinar matahari hampir setiap hari dalam setahun, ia bertanya-tanya apakah itu akan mungkin untuk membuat tenda bagi orang untuk hidup setelah bencana dari kain yang bisa menghasilkan listrik dan tahan air pada saat yang sama.
Dengan menggunakan jus blueberry, cat putih, yodium, cuka, layar sentuh plastik (misalnya plastik yang digunakan pada layar permainan komputer atau mesin ATM) dan kain dari baju Cleanroom (seperti mantel yang dipakai dokter), Brendan tidak hanya tidak hanya merancang alat ini tetapi dia benar-benar membuatnya. Setelah itu dia menciptakan sirkuit dan mengukur jumlah listrik itu dihasilkan. Tiga sel yang ia ciptakan rata-rata  menghasilkan 51mV listrik untuk sampel satu inci. Sekarang dia hanya perlu membuat kain surya cukup untuk membangun tenda.

4. Ella Hardy 10 Tahun dari Wisconsin

Ella membuat rumah cacing-kompos, yang ia bernama 'The Worm Rocket'. Untuk membangun roket worm, dia memotong dua botol soda. Petama dia memotong botol 'A / B' menjadi dua dan diambil bagian bawahnya, kemudian memotong botol 'C', dan diambil bagian atasnya. Ella menempatkan botol 'C' ke dalam botol bagian dasar botol B (untuk menangkap setiap drainase air) dan atasnya dengan bagian botol 'A' sebagai penutup Ella kemudian mengukur dan mepotong kantong kertas minyak untuk  membungkus alat tersebut, yang memungkinkan udara masuk tetapi tidak terkena cahaya matahari langsung. Setiap hari dia menambahkan beberapa potongan sayuran untuk memberi makan cacing dan, bila perlu, ia menyemprotkan air kedalam alat untuk menjaga cacing tetap lembab. Ella menunjukan bahwa cacing penting dalam memecah sampah organik dari tumbuhan untuk diuraikan ke tanah. Selain itu, terowongan yang dibuat cacing memungkinkan udara dan air masuk ke dalam bumi, sehingga membantu air dan udaramasuk kedalam akar tanaman. Cacing yang sangat sibuk membuat terowongan (bisa dinonton melalui botol plastik bening), bisa membuat kotoran, dan bahkan membuat cacing bayi atau beranak. Worm kompos buatan Ella ini adalah cara yang menyenangkan dan mudah untuk menggunakan kembali sampah makanan, mengurangi sampah di tempat pembuangan sampah dan menjaga bumi tetap subur  dengan menyediakan tanah kaya humus untuk tumbuhnya tanaman di kebun

5. Harper Mullet, 6 Tahun dari Texas


Harper sangat peduli lingkungan, terutama udara dan kualitas air. Dia ingin bereksperimen dan mencari tahu di mana udara paling kotor. Dia berhipotesis bahwa udara itu akan kotor di mana ada jumlah terbesar dari mobil. Dia memutuskan cara terbaik untuk mengukur kualitas udara dan  menangkap pencemaran di lokasi yang berbeda dan dibandingkan hasilnya. Untuk menangkap polusi, ia menyebarkan  Vaselin dengan jumlah yang sama pada kartu dan menutup kartu di beberapa lokasi yang berbeda (jalan yang sibuk, cendela kendaraan drive-thru, halaman belakang, dan di dalam rumah). Dia meninggalkan kartu di tempat selama beberapa hari, kemudian dikumpulka dan memeriksanya dengan kaca pembesar. "Harper menemukan bahwa hipotesis nya benar: polusi adalah yang terbesar di mana ada yang paling mobil, di jendela drive-thru, dan tingkat polusi tertinggi berikutnya adalah di jalan yang sibuk."

6. Ketterra Johnson, 7 Tahun, Whashington

Sebagai pelajar yang masih kelas tiga Sekolah dasar Kateera melakukan percobaan yang cukup sederhana, dia ingin ber eksperimen dengan kertas kromatografi, Ia menempatkan tanda tinta di atas kertas dan menggunakan pelarut untuk memisahkan molekul warna. Ketterra menemukan bahwa tinta hitam terbuat dari warna merah, kuning, dan biru atau warna primer. Dia juga menemukan beberapa warna lain yaitu, orange (merah dan kuning), hijau (kuning dan biru) dan ungu (merah dan biru) warna-warna lain yang terbuat dari warna primer. Kromatografi kertas adalah eksperimen yang cukup populer untuk pemisahan kimia pada tingkat pendidikan kimia selanjutnya

7. Luke Hathaway, 12 Tahun Bridgeport Virginia Barat

Lukas melakukan percobaan untuk mengetahui bagaimana minum soda dan teh bisa menghitamkan enamel pada gigi. Dia merasa eksperimennya itu penting karena begitu banyak anak-anak yang minum teh dan minuman ringan saat ini.Hal pertama yang dia lakukan adalah mendidihkan tiga telur dan membiarkan mereka dingin. Dia kemudian menempatkan satu telur dalam botol diisi dengan teh, dan satu diisi dengan soda dan satu tetap bersih sebagai kontrol. Dia merendam telur selama delapan jam dan kemudian mencoba untuk menghapus perubahan warna pada kulit telur dengan pasta gigi. Hasilnya adalah bahwa ia mampu menghapus beberapa perubahan warna dengan pasta gigi dan menyikat gigi, tapi tidak semuanya. 

8. Spencer Pyne, 10 Tahun dari Pennsylvania

Spencer merancang dan melakukan percobaan ini ingin melihat apakah cacing tanah punya adaptasi yang menjelaskan mengapa mereka hidup di tanah. Hipotesis Nya:" Jika saya menempatkan cacing tanah dalam lingkungan cahaya dan kemudian menutupi setengah dari wadah dengan kertas hitam, maka cacing tanah akan merangkak ke sisi hitam dari wadah. Dia mengamati bahwa cacing tanah diam  di tempat ketika kontainer itu benar-benar menyala dan tidak ada tempat gelap. Ketika ia meletakkan kertas di atas setengah dari wadah, cacing tanah pindah ke sisi gelap dari wadah sehingga bisa tetap lembab. 

9. Shelly Weinberg, 8 Tahun dari New York

Percobaan Shellyini  menggambarkan bagaimana bahan dapat dipisahkan dengan massa relatif bahan tersebut. Hal ini sangat penting untuk proses daur ulang. Pada percobaannya ini dia mengisi kolom kaca dengan larutan garam, di mana bagian bawah adalah larutan dengan kosentrasi tinggi dan semakin ke atas larutan semakin encer dan juga air murni. Shelly mencelupkan benda yang terbuat dari bahan yang berbeda dalam kolom, dan mengamati ketinggian relatif benda benda tersebut dalam kolom, benda yang masa relatif rendah akan mengapung dan yang massa relatifnya tinggi akan tenggelam, Ini adalah cara sederhana dan akurat untuk memilah bahan untuk daur ulang sesuai dengan bobot relatif mereka. "

10. Sophia Kendall, 7 Tahun dari  New York

Sophia ingin tahu mengapa uang logam berubah menjadi hitam, dan jika ada sesuatu yang akan membuat mereka mengkilap lagi. Dia belajar di perpustakaan yang hitam adalah oksida tembaga, dan bahwa larutan asam tertentu dapat melarutkan noda tersebut. Dia memutuskan untuk menguji beberapa zat rumah tangga untuk melihat  bahan tersebut bisa digunakan untuk membersihkan noda tersebut dan hasilnya adalah terbesar sari apel yang bisa menghilangkan noda atau mengkilapkan uanglogam tersebut paling baik, yang memiliki efek paling nyata. Sophia berpikir bahwa garam dan air putih akan bekerja terbaik, karena mereka bisa mencuci kotoran, tetapi menyimpulkan bahwa noda tidak bisa benar-benar dicuci, tetapi harus dilebur dalam cairan asam.

No comments:

Post a Comment