Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Belajar Kimia : Reaksi Kimia

Reaksi kimia mengubah komposisi kimia zat-zat. Reaksi itu dapat memecah zat-zat rumit menjadi bagian-bagian yang sederhana. Atau dapat juga sebaliknya, reaksi itu menyatukan zat-zat sederhana menjadi zat-zat yang lebih kompleks. Zat-zat yang ada pada awal reaksi disebut reaktan atau pereaksi. Sedangkan zat yang terjadi setelah reaksi terjadi disebut produk. 

Belajar Kimia : Reaksi Kimia
Ledakan bom ini merupakan rekasi yang sangat cepat (Foto :wired.co.uk)
Reaksi kimia mengubah cara penggabungan atom-atom dari berbagai unsur yang berbeda. Beberapa reaksi kimia terjadi amat lambat. Sebagai contoh, pelapukan atau pembentukan karat yang berlangsung secara perlahan-lahan, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebaliknya reaksi yang lain berlangsung cukup cepat, misalnya reaksi ledakan bom yang kadang hanya dalam hitungan detik

Belajar Kimia : Reaksi Kimia
karat besi merupakan rekasi yang berlangsung lambat (gb.european coating)
Pembentukan
Besi dan belerang adalah unsur-unsur. Jika serbuk besi dan belerang di aduk maka kedua unsurtersebut membentuk campuran. Campuran itu masih mempunyai sifat dua unsur penyusunnya. Sebagai contoh serbuk besi bisa ditarik oleh magnet, dan serbuk belerang masih kelihatan di bawah kaca pembesar.

Belajar Kimia : Reaksi Kimia
Belerang dan besi mempunyai sifatyang berbeda dengan magnet (Foto : arborsci.com)
Bila dipanaskan, campuran tersebutakan bercahaya karena terjadi reaksi kimia. Daslam reaksi kimia ini, atom besi bergabung dengan belerang membentuk besi sulfida. Panas memulai reaksi ini, seperti pementik api menyalakan komporgas. Reaksi ini adalah reaksi yang zat sederhana yang bergabung membentuk zat yang lebih rumit atau kompleks. Produk hasilnya memilki sifat-sifat lain yang berbeda dari sifat-sifat bahan penyusunya. Besi sulfida tidak dapat ditarik oleh magnet.

Belajar Kimia : Reaksi Kimia
rekasi belerang dengan besi (foto :eschooltoday.com)
Pemecahan
Jika soda kue (natrium hidrogen karbonat, NaHCO3), di campur dengan asam cuka, maka soda kue itu pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Salah satu produknya adalah karbon dioksida (CO2) yang membuat gelembung-gelembung dalam campuran tersebut.

Belajar Kimia : Reaksi Kimia
Bila cuka direaksikan denagn baking soda maka gas CO2 akan terlebas dalam bentuk gelembung gas (Gb. Waycoolscience.com)
Kompor gas dan pemanas menggunakan oksigen dari udara untuk membakar gas metana. Selam rekasi tersebut, panas memecah molekul metana (CH4) menjadi satu atom karbon dan empatatom hidrogen. Atom-atom tersebut kemudian bergabung dengan oksigen untuk membentuk karbon dioksida dan air (H2O)

Kecepatan Reaksi
Panas diperlukan untuk reaksi kimia antarabesi dan belerang. Panas tidak diperlukan untuk reaksi kimia soda kue dan cuka, tetapi menaikan suhu akan mempercepat reaksinya. Artinya menaikan suhu menyebabkan meningkatnya laju reaksinya. Laju reaksi adalah seberapa cepat reaksi tersebut mengubah reaktan menjadi produk. Reaksi kimia terjadi ketika molekul-molekul dan atom bertabrakan. Laju reaksi meningkat jika terjadi banyak tabrakan tiap detiknya.

Menaikan suhu berarti menaikan energi kinetik partikel, sehingga partikel-partikel tersebut bergerak lebih cepat dan lebih sering bertabrakan. Inilah yang menyebabkan kenapa reaksi lebih cepat bila dilakukan pada suhu yang tinggi.
Memasak dengan air merupakan salah satu mempercepat reksi kimia dengan menaikan suhunya (gb.todayifoundout)
Laju reaksi juga bertambah bila reagen yang digunakan lebih banyak atau lebih pekat. Apabila reagen makin pekat, molekul-molekul yang bereaksi makin padat sehingga mereka lebih sering bertabarakan dan reaksi menjadi lebih cepat.

Gas bertekanan tinggi berarti berkosentrasi tinggi. Mesin diesel menggunakan kombinasi tekanan tinggi dan suhu tinggi untuk memulai reaksi yang mirip suatu ledakan

No comments:

Post a Comment