Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Bahan Bahan Pembuatan Pasta Pasta Gigi dan Fungsinya

Perkembangan pasti dari hari ke hari semakin berkembang, mulai pasta gigi anti gigi berlubang, pasta gigi dengan pemutih, pasta gigi dengan obat kumur atau mouthwash dan pasta gigi untuk gigi sensitif dan lain sebagainya. Pasta gigi modern saat ini mempunyai bahan bahan yang di gunakan untuk keperluan itu, misalnya pasta gigi harus mengandung bahan yang mampu menghilangkan atau menggosok plaks bakteri pada gigi, bahan yang bisa menguatkan dan menahan kerusakan gigi misalnya fluor, mempunyai bau yang cukup kuat untuk menghilangkan bau sisa-sisa makanan di mulut, serta mempunyai bahan yang mempunyai rasa yang sangat kuat  misalnya detergen dan fosfat.

Bahan Bahan Pembuatan Pasta Pasta Gigi dan Fungsinya
(Gb.Howstuffwork)
Pasta gigi harus memiliki pengental untuk bisa menempel di sikat gigi, dan bisa di pencet keluar dari tabung. Harus mengandung deterjen untuk menghilangkan lapisan lemak, dan pelunak air untuk membuat deterjen bekerja lebih baik, dan pemanis, sebaiknya bukan gula, sehingga tidak bisa menjadi nutrisi bakteri 

Bahan pasta gigi
Bahan pasta gigi yang paling dikenal  adalah senyawa-senyawa dari fluorida. Pada awalnya pasta gigi menggunakan logam Florida karena bahan itu merupakan bahan pembersih plak yang cukup baik saat itu, kalsium fosfat. kalsium menjaga natrium florida menjadi lebih efektif.

Kemudian menggunakan natrium monofluorophosphate, karena juga bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan plak yang umum pada saat itu.

Ketika silika terhidrasi menjadi abrasif pilihan, sodium fluoride dapat digunakan, dan fluoride yang paling banyak digunakan dalam pasta gigi pada saat ini.

Silika hidrat adalah bahan pembersih transparan yang digunakan dalam pasta gigi gel, dan di bagian yang transparan dari pasta gigi bergaris. Bahan ini juga umum untuk digunakan dalam pasta gigi putih buram, karena kompatibilitasnya dengan natrium fluoride.

Fluorida bekerja lebih baik dalam kombinasi dengan surfaktan, yang membantu proses remineralisasi. Surfaktan yang paling umum adalah lauril sulfat, Misalnya sodium lauryl sulfate, atau amonium lauril sulfate.

Surfaktan (deterjen) juga membantu membersihkan gigi, dan memberikan busa yang membantu untuk membawa puing-puing kotoran keluar. Selain itu, lauril sulfat memiliki sifat anti-bakteri yang signifikan, dan mereka dapat menembus dan melarutkan plak.

Lauryl sulfat dapat mengiritasi membran mulut, dan deterjen yang sama, sarkosinat lauril sering menggantikan beberapa atau semua lauril sulfat. Allantoin kadang-kadang ditambahkan untuk meringankan iritasi yang disebabkan oleh deterjen, alkali, dan asam.

Agen eksekusi misalnya tetrasodium pirofosfat (TSPP) menghilangkan kalsium dan magnesium dari air liur, sehingga kalsium dan magnesium ini tidak dapat deposit pada gigi sebagai deposito tidak larut atau yang disebut disebut karang gigi (plak yang mengeras karena kapur). Dalam hal ini TSPP bertindak sebagai agen pelunak air. 

TSPP bersifath sedikit basa dan memiliki rasa pahit, membutuhkan perasa tambahan untuk menutupinya. Deterjen tambahan juga harus ditambahkan untuk tetap dalam larutan. Semua faktor ini dapat mengiritasi membran mulut dan menyebabkan sensitivitas.

Polimer seperti akrilik kopolimer PVM/MA ditambahkan untuk mencegah bakteri memecah pirofosfat. Polimer panjang lain yang digunakan adalah polietilen glikol (PEG) dalam berbagai bobot (yaitu PEG-6, PEG-8, PEG-40, dll), dan polypropylene glycol (PPG).

Natrium bikarbonat (baking soda) ditambahkan untuk memberi rasa pada mulut agar mulut terasa. Natrium bikarbonat ini bila bergabung dengan asam akan melepaskan gas karbon dioksida, dan menambah busa yang dihasilkan oleh menyikat. Bahan ini juga adalah pembersih ringan. Baking soda dapat mengurangi jumlah asam bakteri dalam mulut yang tinggal di mulut, meskipun efek ini hanya berlangsung selama mulut tetap basa.

Natrium karbonat peroksida ditambahkan ke "peroksida" pasta gigi sebagai pemutih. Bahan Ini terurai menjadi natrium karbonat (soda cuci) dan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida berfungsi sebagai pemutih gigi dan membunuh kuman.

Pemanis seperti natrium sakarin ditambahkan untuk memberi rasa. Perasa lain biasanya minyak esensial yang kuat misalnya senyawa-senyawa dari mint. Bahan anti-bakteri misalnya Triclosan ditambahkan untuk membunuh mikrob pembentuk plak.

Berbagai gum digunakan untuk mengentalkan pasta, dan juga untuk mempertahankan kelembaban, sehingga pasta gigi tidak kering jika wadah atau tabung pasta gigi tidak tertutup.

Dan untuk pengisi  pasta putih, digunakan titanium dioksida 

No comments:

Post a Comment