Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Percobaan Sains : Siklus Air

Siklus air atau yang juga dikenal sebagai siklus hidrologi adalah keadaan yang menggambarkan bagaimana air bergerak terus menerus di Bumi. Siklus air melalui tahapan yang berbeda antara lain : Penguapan, Kondensasi, presipitasi dan aliran. Kemudian kembali ke tahap penguapan. Seluruh siklus dimulai lagi dan karenanya nama "siklus air".

Tahapan Siklus Air
Air mencakup 70% permukaan bumi dan membentuk sekitar 60% tubuh kita. Sumber daya alam yang menakjubkan ini sangat penting bagi kehidupan baik hewan maupun tumbuhan.
Selain memiliki banyak sifat menakjubkan, air adalah satu-satunya zat yang muncul di Bumi secara alami di ketiga keadaan fisik zat, gas (uap air), cairan (air), dan padatan (salju, es). Sebagian besar zat lainnya hanya ada dalam satu keadaan di alam.
Seiring air melewati berbagai tahap siklus air, ia berubah dari satu bentuk menjadi bentuk lainnya dengan menyerap atau melepaskan energi panas dalam prosesnya.

1. Penguapan 
Penguapan terjadi dimanapun ada air yang terbuka, misal di permukaan laut, sungai atau danau, saat kita berkeringat, saat binatang berkeringat dan saat tanaman mati. Saat matahari memanas air yang terpapar, air di permukaan berubah menjadi uap dan masuk ke udara.

Penguapan bisa terjadi pada suhu berapapun, namun air hangat menguap lebih cepat dari pada air dingin. Jika kita merebus air, Kita bisa melihat uap naik dari permukaan. Itu adalah penguapan yang cepat dan terlihat.


Pada saat kita tidak dapat melihat uap atau penguapan, penguapan masih bisa terjadi meski pada tingkat yang jauh lebih lambat. Kita bisa mencoba eksperimen Penguapan pada Distilasi ini untuk melihat bagaimana air bisa menguap bahkan pada suhu kamar.

2. Pengembunan
Ketika uap air di udara naik dan mencapai atmosfer atas, suhu dingin menyebabkan mereka melepaskan panas dan berubah kembali menjadi cairan. Tetesan air halus ini menggantung pada partikel debu di udara untuk membentuk awan.
Dalam eksperimen  ini, kondensasi terjadi di dinding botol untuk membentuk butiran air. Ini adalah percobaan yang sangat rapi dan juga siklus air dengan sendirinya.

3. Pengendapan (Hujan)
Saat tetesan air bertabrakan dan mengembun bersamaan di atmosfer bagian atas, mereka menjadi lebih besar dan lebih berat. 

 Ketika kecepatan jatuh tetesan air melebihi kecepatan awan yang bergerak keatas, maka tetesan-tetesan air tersebut terjatuh dari awan sebagai curah hujan, bisa berupa hujan air biasa, hujan yang membekukan, hujan es, atau salju. 

4. Mengalir
Melalui curah hujan, air kembali ke permukaan bumi.Beberapa air mengalir ke bawah dan berakhir di laut, danau dan sungai. 


Sebagian membasahi tanah dan menjadi air tanah, yang memberi makan tanaman atau berjalan melalui tanah yang berakhir di laut. Beberapa dikonsumsi oleh hewan.Dari situ, siklus air mulai lagi. 

Siklus Air Sederhana Dalam PercobaanKantong Plastik
Dalam percobaan sederhana "siklus air dalam plastik" ini, kita akan mengamati berbagai tahap proses siklus air dari dekat.
 

 Alat dan Bahan
 Kantong plastik Berkancing (zip)
 Spidol warna Permanen
 Air
 Pewarna makanan biru
 kertas label


Langkah Kerja
 1. Hangatkan air sampai uap mulai naik tapi jangan sampai mendidih.
 2. Tambahkan pewarna makanan biru ke dalam air untuk mewakili air laut.
 3. Tuangkan air ke dalam kantong palstik berkancing.
 4. Gantungkan tas itu ke atas jendela pintu  dengan menggunakan pita atau benang.
 5. Saat air menguap, uap naik dan mengembun di bagian atas kantong plastik. gumpalan putih bisa  dilihat menyerupai awan di atmosfer bagian atas. 

 6. Setelah beberapa saat, tetesan air muncul di bagian dalam kantong plastik. Saat mereka menjadi lebih besar, mereka akhirnya akan meluncur ke bawah. Meluncur turun menyerupai tahap alir yang membawa air kembali ke laut.
 7. Jika airnya masih hangat atau jika kantong tertinggal di jendela yang menghadap sinar matahari, ia akan terus mengalir melalui empat tahapan siklus air yang berbeda.
 


 

No comments:

Post a Comment