Pendidikan Sains Aplikatif, Matematika Menarik dan Karya Ilmiah

Percobaan Sains : Warna Buglon

Perubahan warna Bunglon  adalah demonstrasi kimia perubahan warna yang indah yang bisa digunakan untuk menggambarkan reaksi redoks. Perubahan warnanya yaitu berubah dari ungu ke biru menjadi hijau menjadi kekuningan dan akhirnya tidak berwarna atau jernih.



Bahan Bahan yang Digunakan
Untuk demonstrasi ini, kita memulai dengan menyiapkan dua larutan terpisah:

Larutan A
2 mg kalium permanganat
500 ml air suling

Larutkan sedikit kalium permanganat ke dalam air.
Jumlahnya timbangannya tidak terlalu berpengaruh, tapi jangan terlalu banyak menggunakan atau larutan yang terbentuk akan terlalu dalam untuk melihat perubahan warnanya. Gunakan air suling bukan air keran untuk menghindari masalah yang disebabkan oleh garam dalam air keran yang mempengaruhi pH air dan bisa mengganggu reaksinya. Larutan yang akan terbentuk berwarna ungu tua.
 

Larutan B
6 g gula (sukrosa) 
10 g natrium hidroksida (NaOH)
750 ml air suling

Larutkan gula dan natrium hidroksida ke dalam air. Reaksi antara natrium hidroksida dan air bersifat eksotermik, sehingga akan menghasilkan panas dihasilkan. Larutan ini merupakan larutan yang berwarna jernih.
 

Pembuatan Perubahan Warna Kimia Bunglon
Bila kita sudah siap untuk memulai demonstrasi, yang perlu kita lakukan adalah mencampur dua larutan bersama-sama. Kita akan mendapatkan efek paling dramatis jika kita memutar campuran bersama untuk benar-benar menggabungkan reaktan.
 
Saat pencampuran, warna ungu dari larutan kalium permanganat segera berubah menjadi biru. Ini kemudian berubah menjadi hijau dengan cukup cepat, namun diperlukan beberapa menit untuk perubahan warna berikutnya menjadi kuning pucat dan kuning, seperti mangan dioksida (MnO2) yang mengendap. Jika kita membiarkan larutannya cukup lama, mangan dioksida akan masuk ke dasar labu, sehingga kita bisa mengeluarkan cairan bening. 

Reaksi Kimia Pada Percobaan Kimia Bunglon
Perubahan warnanya adalah hasil oksidasi dan reduksi atau reaksi redoks.
Kalium permanganat tereduksi (mendapat elektron), sedangkan gula teroksidasi (kehilangan elektron). Ini terjadi dalam dua langkah. Pertama, ion permanangat (ungu dalam larutan) direduksi membentuk ion manganat (hijau dalam larutan):
 
 MnO4- + e- → MnO42-
Saat reaksi berlangsung, baik permanganat ungu dan manganat hijau ada bersamaan, dicampur bersama untuk menghasilkan larutan yang tampak biru. Akhirnya, ada lebih banyak manganat hijau, menghasilkan larutan hijau. Selanjutnya, ion manganat hijau selanjutnya direduksi dan membentuk mangan dioksida: 
MnO42- + 2 H2O + 2 e- → MnO2 + 4 OH-
Mangan dioksida adalah padatan coklat keemasan, namun partikelnya sangat kecil sehingga membuat larutan tampak berubah warna. Akhirnya, partikel-partikel itu akan terlepas dari larutan, meninggalkannya menjadi jernih.

No comments:

Post a Comment